Musik Lembar Pertama

Dunia liputan merupakan media online yang mempunyai visi “Media Informasi Terpercaya”. Dengan misi menyediakan informasi terbaru seputar dunia teknologi, gadget, smartphone, social media, komputer dan seputar teknologi Politik Olahraga Sosial dan lainnya yang di himpun dari berbagai sumber yang bisa dipercaya dan dipertanggung jawabkan.

Perpustakaan Lembaran Musik, Langka, Buku, Naskah, dan Koleksi Khusus Amerika Bersejarah di Duke University berjuang dengan definisi lembaran musik. Meskipun beberapa orang mungkin ingin mengalihkan penggunaan istilah “musik lembaran” ke musik populer atau modern, Perpustakaan di Duke telah menemukan bahwa “Khususnya pada pertengahan abad kesembilan belas, penerbit mungkin telah mengeluarkan lagu-lagu sakral dan sekuler, Lieder, opera kutipan, bunga rampai, waltz, pawai, dan etudes deskriptif berdampingan.”

Mereka terus menggambarkan lembaran musik sebagai produk fisik belaka dari merekam musik di atas kertas. Lembaran musik juga dapat digambarkan sebagai “skor”. Bagaimanapun dijelaskan, lembaran musik adalah cara di mana seorang pembaca (orang yang membaca notasi musik) dapat memainkan sebuah karya musik.

Lembaran musik menyediakan jenis hiburan potensial yang khusus. Skor musik, khususnya yang ditulis untuk atau termasuk piano, sangat populer pada pergantian abad karena banyak rumah pribadi memiliki piano. Sebelum radio menjadi bentuk hiburan yang disukai, orang-orang biasa harus menciptakan hiburan mereka sendiri. Satu set lembaran musik baru seperti acara TV baru, dan memungkinkan siapa saja yang bisa bermain untuk menghibur diri dengan karya musik baru.

Fungsi lain yang populer dan sekarang tidak ada lagi dari lembaran musik adalah sebagai pembawa seni. Dalam beberapa kasus, seni pada sampul lembaran musik sama menarik dan diinginkannya dengan musik yang ada di dalamnya. Penerbitan musik (di Amerika) dimulai pada tahun 1790-an.

Pada saat itu bukan bisnis besar karena tidak seperti seabad kemudian, rata-rata konsumen tidak memiliki piano di rumah dan, karena Amerika masih berkembang, pengiriman menjadi sulit dan mahal. Baru setelah Perang Saudara, seni visual pada sampul lembaran musik menjadi sama pentingnya dengan seni suara yang ditemukan di bagian dalam. Salah satu artis tertentu, E.T. Paul karena sangat terkenal dengan pilihan lagu dan cover artnya.

Dia mulai dengan menugaskan litograf warna untuk komposisinya sendiri. Diyakini bahwa sebagian besar kesuksesannya (liar) kurang disebabkan oleh konten musiknya dan lebih pada pilihan topik dan pilihan seni sampul. Dengan cara yang sama seperti seni sampul merevolusi kualitas penjualan dan periklanan lembaran musik, alternatif pengiriman yang murah membuat industri Amerika yang masih muda ini dari yang sangat regional menjadi mampu menjangkau seluruh negeri.

Leave a Comment

Your email address will not be published.