Serang – Waktu lalu, viral satu surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo dari Siti Alliah, anak petani karet yang menyampaikan kesusahan ongkos untuk kuliah, walau telah diterima di Kampus Sultan Ageng Tirtayasa atau Untirta, Banten.

Rektor Untirta Banten merekomendasikan Siti Alliah ajukan surat kemudahan pembayaran uang pangkal, yang perlu dibayar sebesar Rp15 juta. Surat itu diperuntukkan ke Rektor Untirta Banten yang sampai bulan Oktober kelak masih dijabat oleh Soleh Hidayat.

“Jika ada yang keberatan kan kami selama memang dari warga itu ajukan permintaan kemudahan pembayaran, kan dapat, tidak sekaligus juga (dibayar) bukan dikurangi, dicicil, kan dapat kami pikirkan,” kata Rektor Untirta, Soleh Hidayat, lewat sambungan selulernya, waktu dihubungi minggu kemarin.

Ketentuan yang perlu dibawa Siti berbentuk surat info tidak dapat dari kelurahan atau kantor desa, selanjutnya ajukan surat permintaan keringan pembayaran uang pangkal yang diperuntukkan pada Rektor Untirta Banten.

Nanti, Rektor Untirta akan kirim surat ke Wakil Rektor (WR) 2 untuk dilakukan tindakan. Umumnya, akan dikerjakan terlebih dulu perantaraan atau musyawarah di antara WR 2 dengan calon mahasiswa untuk cari titik jumpa.

“Tetapi jika ada (keberatan uang pangkal) kami tanyakanlah berapakah kesanggupannya. Jika benar-benar tidak dapat ya dicicil lah, tak perlu membuat surat ke presiden, ajukan (surat permintaan kemudahan) belum ke kita,” ia menjelaskan.

Bila saja Siti Alliah masuk ke Untirta lewat jalan nilai rapor serta SBMPTN, bisa jadi memperoleh keringanan berbentuk beasiswa Bidikmisi sampai kemudahan ongkos semester yang cuma Rp 500 ribu.

Tetapi, sebab Siti mendaftarkan serta masuk kuliah di Untirta lewat jalan Ujian Mandiri (UM), karena itu telah ada Permendikti yang mengendalikan iuran uang pangkal untuk peningkatan pendidikan di universitas.

“Perguruan tinggi negeri jika jalan penerimaannya mandiri, menurut ketentuan menteri mengenai penerimaan mahasiswa baru, bisa, bisa memungut peningkatan lembaga, kita telah menyepakati barisan (juruan) IPA sebesar Rp15 juta,” tuturnya.

Awalnya, Siti menulis surat terbuka yang diperuntukkan pada Presiden Jokowi, supaya menolong ongkos perkuliahannya. Siti minta Jokowi memberi beasiswa Bidikmisi pada dianya di jurusan Tehnik Elektro, Untirta Banten.

Untuk Kuliah Siti Alliah Kirim Surat Pada Presiden Jokowi

Siti Alliah, masyarakat Pasaman, Sumatera Barat, kirim surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo. Hal tersebut dikerjakan wanita 19 tahun ini untuk mendapatkan pendidikan tinggi di jurusan Tehnik Elektro Kampus Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta).

Putri dari petani karet di Pasaman ini mengharap dapat menyenangkan ke-2 orangtuanya. Ia ingin merubah kehidupan ekonomi keluarganya sesudah jadi sarjana.

“Catat itu (surat terbuka) sebab tentu seseorang anak ingin dapat menyenangkan orangtuanya. Sebab saya telah pingin sekali kuliah di kampus negeri dengan jurusan itu (tehnik elektro),” kata Siti lewat sambungan handphone, Kamis, 1 Agustus 2019.

Siti adalah lulusan dari SMAN 1 Rao, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Sekarang ia kerja jadi penjaga toko punya saudaranya di Jakarta. Pekerjaan itu ia mainkan untuk menyambung hidup sambil kumpulkan ongkos untuk membayar uang pangkal kuliah sebesar Rp15 juta.

“Diminta sama orang-tua, daripada di sini (Pasaman) tidak ada kerjaan mending bantu-bantu mereka kerja disana (Jakarta). Terus saya di sini hadir ke Jakarta sekalian nunggu-nunggu hasilnya, sekalian kerja,” katanya.

Siti akui sering memperoleh juara kelas sepanjang duduk di kursi SMAN 1 Rao. Ia tidak ingin impiannya menimba pengetahuan putus karena terbatasnya ekonomi.

Kemauan menimba pengetahuan terus coba ia capai. Satu diantara triknya dengan menulis surat terbuka untuk Presiden Jokowi supaya bisa menolong ongkos pendidikannya.

“Keinginan dapat dibantu, agar sekolahnya (kuliahnya) jadi (bersambung). Jika tidak dibantuin Rp15 juta itu tidak dapat kebayar jika sama saya yang orang tuanya cuma kerja jadi petani (karet),” katanya.

Sedang faksi universitas akui masalah uang pangkal telah ditata dalam ketentuan menteri analisa serta pendidikan tinggi. Surat terbuka itu juga dipandang faksi Untirta jadi kebebasan masyarakat negara dalam mengemukakan gagasannya di depan umum.

“Ya tidak apa-apa, haknya warga untuk mengemukakan gagasannya. Jalan mandiri dalam
Permenristekdikti diperbolehkan minta ongkos peningkatan lembaga. Jika ingin beasiswa
Bidikmisi harus lulus SNMPTN atau SBNPTN,” kata Rektor Untirta Banten Soleh Hidayat, lewat pesan singkat, Kamis, 1 Agustus 2019.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *