Ciri Kontraksi Asli Tanda Waktu Melahirkan Sudah Dekat

Ciri Kontraksi Asli Tanda Waktu Melahirkan Sudah Dekat

Ciri Kontraksi Asli Tanda Waktu Melahirkan Sudah Dekat

Ibu tentu merasa harap- harap takut kala waktu ditaksir persalinan terus menjadi dekat. Ibu merasa tidak tabah menanti kelahiran sang kecil. Pada dikala yang sama, Ibu pula merasa takut mengalami proses persalinan.

Bila ini kehamilan mula- mula, bisa jadi Ibu bingung gimana identitas kontraksi yang jadi tanda- tanda proses persalinan telah diawali? Dikala kontraksi mulai terasa, apa yang terjalin pada badan Ibu? Perlukah Ibu langsung berangkat ke rumah sakit dikala kontraksi terjalin?

Buat mempersiapkan diri menjelang persalinan, ayo cari ketahui tentang kontraksi kehamilan sepenuhnya di mari.

Buat Moms yang baru mula- mula kali berbadan dua bisa jadi belum ketahui karakteristik kontraksi asli menjelang waktu melahirkan yang telah dekat.

Supaya tidak merasa takut serta bimbang jelang waktu melahirkan yang telah dekat, Moms wajib dapat mengidentifikasi karakteristik kontraksi asli.

Tidak hanya itu Moms pula wajib ketahui karakteristik kontraksi asli ciri waktu melahirkan telah dekat supaya dapat membedakannya dengan kontraksi palsu.

Sebab sebagian minggu jelang kelahiran, sebagian bunda berbadan dua hendak hadapi yang namanya kontraksi palsu ataupun biasa diucap kontraksi Braxton Hicks.

Kontraksi palsu pula menggambarkan salah satu karakteristik waktu melahirkan telah dekat.

Berikut sebagian karakteristik ciri ciri kontraksi asli jelang melahirkan:

Kenaikan kontraksi palsu

Kontraksi palsu dapat terjalin semenjak umur 24 minggu.

Moms hendak merasakan perut terasa membeku, setelah itu rileks lagi.

Pada biasanya, kontraksi ini tidak memunculkan rasa sakit.

Bunda berbadan dua lebih bisa jadi kontraksi ini kala sangat letih, kehilangan cairan tubuh, ataupun sangat banyak kaki.

Menjelang melahirkan, bunda berbadan dua hendak terus menjadi kerap mangalami kontraksi palsu.

Balita bergerak ke panggul

Moms hendak merasakan bakal anak mulai bergerak lebih rendah ke panggul dikala bersiap- siap buat keluar.

Perihal ini bisa nampak paling utama bila posisi balita pas di dasar tulang rusuk Moms sepanjang sebagian minggu terakhir.

Mual dikala berbadan dua tua sampai diare

Apakah Moms berpikir mual- mual cuma terjalin di trimester mula- mula?

Sebagian bunda berbadan dua hendak mengalaminya lagi kala persalinan terus menjadi dekat.

Perihal ini pula acapkali diiringi dengan diare.

Seluruh otot mulai melonggar dikala mendekati persalinan, tercantum otot rektum.

Lendir di dekat leher rahim melindungi balita dari kuman.

Dikala serviks mulai melunak serta melebar, lendir ini hendak keluar.

Rupanya kecokelatan ataupun dapat pula semacam bercak darah.

Lendir ini dapat keluar pas saat sebelum persalinan ataupun sebagian hari tadinya.

Tetapi tidak tiap bunda menyadari kalau sumbat lendirnya sudah keluar.

Serviks melebar

Menjelang akhir kehamilan, Moms hendak lebih kerap bertanya dengan dokter ataupun bidan.

Dokter bisa jadi hendak mengecek buat memandang apakah leher rahim Moms melebar.

” Serviks dapat melebar 2 centimeter sepanjang berminggu- minggu tanpa memperoleh kontraksi,” kata Lee Schofield, dokter keluarga di Rumah Sakit St. Michael di Toronto.

Kala serviks melebar sampai 4 centimeter, ditentukan kalau waktu persalinan telah sangat dekat.

Ketuban pecah

Selaput Moms bisa jadi rusak dengan semburan ataupun tetesan cairan ketuban.

Walaupun ini dapat terjalin jauh saat sebelum persalinan diawali, Moms wajib senantiasa memanggil dokter ataupun bidan bila perihal ini terjalin.

Perih punggung teratur

Bila balita dalam posisi yang tidak biasa di rahim, kontraksi bisa menimbulkan rasa sakit punggung yang hebat serta tertib.

” Bila rahim mendesak tulang balik sebab posisi balita berbeda, Kamu hendak hadapi lebih banyak kerja punggung,” jelas Schofield.

Tidak hanya itu, perih perut pula terjalin, rasanya semacam kram dikala haid.

Kontraksi lebih kerap serta progresif

Kontraksi Braxton Hicks bisa terjalin berulang- ulang serta biasanya membuat tidak aman, tetapi tidak menyakitkan.

Kala kontraksi asli diawali, mereka jadi lebih intens serta terdapat polanya.

Perbandingan mencolok dengan kontraksi palsu yakni kontraksi asli senantiasa terjalin walaupun kegiatan Moms berganti.

Sebaliknya kontraksi palsu acapkali mereda dengan rehat serta ion tetap dikelilingi dengan molekul.

” Kala Kamu mulai kesusahan bicara ataupun menarik nafas, bila Kamu wajib menyudahi serta mengambil nafas, itu merupakan ciri Kamu hendak lekas melahirkan,” kata Schofield.

Sistem Menanggulangi Rasa Sakit dikala Terjalin Kontraksi Melahirkan

Kontraksi persalinan memanglah hendak terasa sakit, serta rasa sakitnya hendak terasa terus menjadi kokoh kala pembukaan terus menjadi membengkak. Perkaranya, waktu yang diperlukan mulai dari pembukaan 1 sampai 10 umumnya memerlukan waktu yang lama. Sesi ini dapat berlangsung optimal 20 jam pada Ibu yang baru hadapi kehamilan mula- mula! Sementara itu Ibu wajib menaruh tenaga buat sesi persalinan selanjutnya, ialah sesi mengejan ataupun mendesak balita. Sesi kontraksi jelas tidak boleh menghabiskan tenaga Ibu.

Memanglah tidak banyak yang dapat Ibu jalani buat menanggulangi rasa sakit yang Ibu rasakan. Ibu dapat berupaya melaksanakan sebagian perihal berikut buat menolong Ibu:

1. Metode pernapasan

Metode respirasi dikala persalinan umumnya dipelajari di kelas prenatal yang dapat Ibu simak semenjak semester ke- 2. Tidak hanya menanggulangi kontraksi persalinan, metode respirasi pula membenarkan bakal anak memperoleh oksigen yang lumayan. Ini menjadikan badan senantiasa memperoleh aliran darah serta pasokan nutrisi yang diperlukan.

2. Oksigen

Metode respirasi memanglah dapat menolong Ibu. Tetapi, dikala keseriusan rasa sakit terus menjadi kokoh, dokter umumnya hendak membagikan Ibu bonus oksigen supaya persalinan berjalan dengan mudah. Apabila memperoleh oksigen lumayan, Ibu dapat memperoleh tenaga yang lumayan pula.

3. Rileks

Membaca novel, mencermati musik, menyaksikan Televisi, ataupun kegiatan lain yang membuat Ibu merasa rileks hendak membebaskan hormon endorfin yang menolong kurangi rasa sakit. Berpelukan dengan pendamping pula dapat menolong, lho.

4. Pijat

Memohon suami ataupun pasangan Ibu dikala melahirkan buat memijat penggalan dasar punggung ataupun penggalan bahu Ibu buat kurangi rasa sakit. Pijatan pula membuat Ibu merasa rileks serta menolong badan membebaskan hormon endorfin. Supaya lebih nyaman, yakinkan kepada dokter isi ataupun bidan, apakah wilayah badan yang boleh dipijat tanpa membatasi ataupun membahayakan proses persalinan.

5. Ganti posisi

Terdapat sebagian posisi yang dapat membuat Ibu merasa lebih aman sekalian menolong proses persalinan. Ibu dapat berupaya berdiri ataupun menggerakkan pinggul buat menolong balita bergerak ke dasar. Ibu pula dapat memperlebar jalur keluar balita dengan sistem berlutut dengan salah satu kaki dinaikan serta telapak tangan melekat pada lantai. Tidur menyamping ataupun menungging pula dapat Ibu coba. Jauhi posisi telentang yang hendak membuat kontraksi terasa lebih lama serta menyakitkan.

6. Kehangatan

Rasa hangat membuat otot Ibu jadi lebih rileks serta meringankan rasa sakit. Ibu dapat berupaya mandi air hangat, kompres air hangat, ataupun menempelken botol berisi air panas pada badan Ibu. Supaya lebih nyaman, botol air panas hendaknya dibungkus dengan handuk ataupun kain tipis dahulu, ya.

Leave a Comment

Your email address will not be published.