Bagaimana Menyikapi Masalah Hidup dengan Santai?

Tagar #casualogue sedang menjadi trendic topic di jagad Twitter. Jika kita menelusuri twit dengan hastag tersebut, kita akan mendapatkan tips dari netizen tentang cara menyikapi kehidupan. Mulai dari masalah jodoh hingga pekerjaan, netizen mencurahkan bagaimana cara mereka menyikapi permasalahan secara santai agar hidup tak lagi terasa berat. “Kata mama #SantaiAja kalo udah waktunya pasti bakal duduk dipelaminan jadi pengantin,” ungkap seorang netizen perihal masalah jodoh. Banyak juga dari mereka yang mencurahkan cara-cara menyikapi masalah karir atau susahnya mencapai tujuan dalam hidup.
Dengan kata lain, selama stres tidak berkepanjangan maka itu tidak berbahaya. Pakar etika Jacqueline Whitmore juga mengungkapkan delapan cara agar kita tetap tenang meski berada dalam tekanan tinggi di kantor. Berikut caranya: 1. Pelan – pelan. Jika memungkinkan, jangan langsung bereaksi. Sebaliknya, bersabarlah dan kumpulkan informasi sebanyak mungkin tentang situasi stres yang dihadapi. Tanyakan kepada diri sendiri, apakah ini benar-benar akan berarti untuk satu tahun dari sekarang? Jika jawabannya adalah ya, mundurlah sedikit untuk menghilang dari situasi tersebut. Alih-alih terlibat aktif di dalam situasi stres tersebut, cobalah pandang kondisi tersebut dari sudut lainnya. Perspektif ini akan membantu mengurangi tingkat emosional dan menignkatkan kemampuan kita untuk mengambil keputusan.

2. Tetap positif Ketika situasi yang penuh tekanan terjadi, pikiran kita mungkin tidak bisa fokus bahkan bisa saja berpikir negatif. Semakin banyak pikiran kita mengembara, semakin sulit bagi kita untuk tetap tenang. Hentikan diri untuk membayangkan hal terburuk. Sebaliknya, lepaskan pikiran negatif dan fokuskan kembali pikiran pada sesuatu yang positif, sekecil apa pun itu.

3. Jangan pernah tanyakan “bagaimana jika” Pertanyaan terburuk yang bisa kita tanyakan pada diri sendiri atau orang lain saat krisis dimulai adalah pertanyaan seperti “bagaimana jika”. Pertanyaan semacam ini menimbulkan kepanikan belaka dan memaksa kita untuk memproses situasi yang belum terjadi dan mungkin tidak pernah terjadi. Sebagai contoh perusahaan kita gagal mengirimkan proyek tepat waktu. Insting pertama kita mungkin berpikir, “bagaimana jika klien memutuskan untuk mempekerjakan orang lain?”. Pikiran itu dapat dengan mudah mengarah pada pertanyaan “Bagaimana jika saya tidak mendapatkan gaji bulan ini?”. Daripada berpikir seperti itu, fokuslah pada fakta dan cari solusi.

Leave a Comment

Your email address will not be published.