4 Jenis Biang Keringat Pada Bayi

 

Orangtua seringkali mengetahui cara mengobati biang keringat pada bayi dengan memastikan bayi tetap berada pada suhu yang nyaman guna menghindarinya merasakan keringat yang berlebihan.

Orangtua dapat mengerjakan ini dengan teknik mengatur suhu udara AC di kamar serta menghindari terlalu banyak lapisan pakaian pada anak. Pilihlah bahan yang nyaman dan tidak melulu bergaya saja. Jangan terlampau khawatir bila anak bakal masuk angin sebab pada lazimnya bayi punya ukuran suhu normal yang sangat berbeda dengan orang dewasa.

Untuk menolong anak agar merasa lebih nyaman, orangtua dapat memandikan anak dengan air bersuhu hangat guna mengademkan gatal-gatal dan sensasi tidak nyamannya. Jangan lupa guna mengeringkan anak sehabis mandi agar tidak menyisakan kelembapan berlebihan yang menjadi pemicu gatal-gatal lainnya.

selanjutnya, terdapat baiknya orangtua menghindari pemakaian sabun yang berpotensi mengiritasi kulit. Pastinya, orangtua pun perlu cara-cara menarik supaya anak tidak menggaruk biang keringatnya sehingga mengakibatkan iritasi yang berkelanjutan.

Memperhatikan jenis makanan tertentu yang dikonsumsi anak juga dapat jadi upaya penanganan dan pencegahan kemunculan ruam. Coba amati, adakah makanan tertentu yang menciptakan anak mengeluarkan keringat berlebihan atau gatal-gatal pada kulitnya atau tidak.

Kalau hendak mengetahui lebih banyak mengenai penyebab biang keringat pada bayi serta bagaimana teknik pencegahan dan perawatannya, dapat tanyakan langsung ke dokter. Dokter-dokter Indonesia yang berpengalaman di bidangnya akan berjuang memberikan penyelesaian terbaik guna orangtua.

Ruam panas atau disebut keringat hadir dengan gejala, layaknya bintik-bintik merah kecil dan lecet pada kulit. Biasanya biang keringat hadir pada bayi saat suhu di dekat anak terlampau panas. Pada dasarnya, kulit berisi dua jenis kelenjar. Satu yang menghasilkan minyak dan yang lainnya menghasilkan keringat. Kelenjar keringat menghampar jauh ke dalam kulit dan berpotensi bisa memunculkan empat ruam kulit yang berbeda.

Berikut ini adalah 4 jenis biang keringat pada bayi:

  1. Miliaria Crystallina

Pada lapis ini hanya lapisan tipis atas kulit saja terpengaruh. Lepuh kecil keringat yang tidak dapat keluar ke permukaan. Sengatan matahari yang berlebihan dapat mengakibatkan kulit melepuh.

  1. Miliaria Rubra

Penyumbatan yang lebih dalam mengakibatkan keringat meresap jauh ke lapisan kulit di mana situasi ini bakal mengiritasi dan gatal.

  1. Miliaria Pustulosa

Terjadi saat keringat terinfeksi bakteri piogenik dan menjadi nanah.

  1. Miliaria Profunda

Ruam keringat yang berwarna merah, menonjol, dan terasa gatal. Umumnya bisa berpengaruh lebih parah ketimbang jenis ruam lainnya.

Sensitifnya Kulit Bayi

Bayi terlampau sensitif terhadap suhu sebab kelenjar keringat anak belum sepenuhnya berkembang dengan baik. Akibatnya, saat berada di suhu panas dapat menciptakan keringat yang seharusnya keluar jadi terperangkap di bawah kulit, sehingga menyusun benjolan kecil atau bahkan lepuhan.

Gejala ruam panas ataupun biang keringat seringkali mulai hadir di wajah, leher, dan lipatan kulit anak, khususnya di lokasi popok. Jika lepuh ini terinfeksi besar bisa jadi akan mengakibatkan nanah.

Ketika orangtua sudah mendapati  perubahan biang keringat bayi menjadi lepuhan dengan nanah kuning atau hijau, maka besar bisa jadi anak bakal terinfeksi dan memerlukan perawatan ruam. Bisa jadi situasi ruam ini tidak melulu dikarenakan sirkulasi udara yang menciptakan kulit bayi menjadi sensitif. Namun, bisa jadi komplikasi lain yang mengakibatkan gangguan kulit pada anak.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published.